Jumat, 26 Februari 2016

Ini Aku, Semua Tentang 'Sudut Pandang' Absurd-ku



Disini dimulai…
Sudut pandang gue…

 
Hai aku Humayyah, 17 yo. Aku itu anak bungsu tiga bersaudara, aku kekanakan, aku cepat bosan, aku suka ngayal, aku suka music beat dengan lirik menyenangkan, aku suka mie instan, aku suka peluk-peluk orang, dan aku juga pecinta film. Mmmm, soal film, genre yang aku suka itu romance, thriller, horror, sci-fic, komedi….. mmmm aku pun suka drama Korea. Biasanya kalo nonton aku lebih suka file laptop bukan kaset. Seringnya sih beli file, tapi kalo kuota banyak usahain download sendiri. Nonton itu pekerjaan legal dalam kamus aku, sangat malah. Meskipun banyak tugas aku sempetin buat nonton, yakan itung-itung hiburan juga lah. Aa, aku dulu pernah mikir kalo nonton itu rehat sebentar tanpa melihat durasi filmnya sendiri, padahalkan benar-benar menyita waktu ><. Aku bisa move cepat dari cowo kalo udah nonton tuh, karna kalo udah dapet kemistri sama genre dan cerita beserta pemain-pemainnya cowo mah lewat. Ini sih lebih ke drama ya. Kebiasaan nonton buat aku tuh bisa banget bedain (drama) produksi mana dan ceritanya bakal bagaimana juga kualitas acting para actor dan aktris.
Di Indonesia, drama itu sama aja kayak sinetron atau sinema elektronik. Cirri khas kita punya, sinetron itu panjangnya kagak ketulungan, melebihin babaranjang. Pada inget ‘Tersanjung’? Ya meskipun pada masa kejayaan Tersanjung aku masih kecil, Cuma rumpinya ibu-ibu nyeritain Tersanjung aku inget, walau ceritanya mah nggak ngarti sih. Eh, kita sempet demam Korea kan. Berawal dari boyband dan girlband sih, sama BBF. Betapa kerennya orang Korea pada waktu itu! Akupun ikut-ikutan. Paling inget waktu itu masih kelas satu SMP, anak ingusan ngefans sama artis Korea. Aku sama Mbakku berjuang mendapatkan berbagai info mengenai para pemain BBF, dari majalah waktu itu. Lagu Korea pertama yang di-download Mbakku waktu itu adalah Stand By Me-nya SHINee yang tak lain dan tak bukan adalah Original Sound Track BBF. BBF lagi?!? Iya kita emang demam BBF. Nah dari BBF ini kemudian orang Indonesia yang suka mendapakan banyak inspirasi dan membuka peluang mencari uang juga, muncullah bb dan gb ala-ala Indo punya. Sm*sh, kemudian muncul 7Icon kumpulan tante-tante yang nggak, nggak, nggak kuat sama playboy… (kok nyanyi?) karna Sm*sh muncul pertama juga mereka pada comel semua, maka fansnya paling membludak. Setelah sukses menyanyi dengan andalan ‘Cenat-Cenut’, Sm*sh main drama deh. Mirip sama BBF. Yang meranin cewe super tangguh si pemeran utama itu Natasha Rizky, namanya Putri. Dia ada cerita cinta disitu sama Rafael, dan Morgan ternyata suka sama Putri (APPAAAA???). karna yang ngemas cerita itu Trans TV, ‘Cinta Cenat-Cenut’ hanya ber-episodekan 13. Tayang satu minggu sekali plus iklan bertebaran dengan durasi 1 ccc main : 2 iklan tayang. Keren sih. Yang mau aku perjelas disini sih, kekecewaan sama sinetron yang semakin kita maju sekarang semakin panjang dan semakin tidak karuan. Entah kenapa kartun kayak Spongebob Squerpants yang menurut aku masih lumayan bagus untuk ditonton anak-anak malah dicekal dan nggak boleh tayang. Malah yang ada, stasiun televise yang hanya mikirin royalty membuat sinetron dengan cerita abal-abal, yang pemainnya cinlok yang harimaunya pake computer kentara banget, visualisasi jelek, yang main motor-motoran, sampe nih ya anak kecil tuh pada niruin mereka. Bagus?? Nggak lah. Bangga juga nggak! Yang ada malu! Mau dikemanain moral anak-anak penerus bangsa nanti? Jam tayangnya juga pada nggak efektif kalo menurut aku. Kenapa nggak tayang aja dimalemin pas anak-anak udah pada tidur? Sinteron kayak gitu mah nggak ada pesan moralnya. Kenapa aku bilang gitu? Gini ya anak-anak itu polos, dia akan nerima mentah-mentah aja apa yang dia lihat. Kalo kita kan abis nonton film pasti ambil positifnya. Missal film tentang pembunuhan, dibalik ceritanya pasti ada pesan moral yang kita musti mikir dulu baru bisa tau. Lah anak-anak gimana? Tontonan anak-anak itu buatlah seringan mungkin dengan nilai pendidikan dan  moral yang lebih banyak atau menonjol. Contohnya kayak ‘Laptop Si Unyil’, edukasi dapet dan juga bisa ditonton semua umur karna ringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar